Sabtu, 01 November 2014

Mencari Data yang Hilang dengan TestDisk.

Beberapa hari yang lalu hardisk portable sudah berubah partisi menjadi RAW dari yang asalnya berisi 3 partisi. Bingung??? Jelas ya soalnya isi hardisk ini tidak lain adalah hasil pengumpulan data dari internet dan komputer teman-teman. Ada beberapa aplikasi recovery data seperti Get Data Back, Recuva, Recover Your File namun kesemuanya tidak sangat membantu. Mengapa?? Karena kebiasaan aplikasi recovery data ini hanya bisa mengambil data namun beberapa digit nama file tidak nampak atau tidak jelas. Belum lagi folder-folder sudah tidak ada lagi, jadi kita harus memindahkan ke dalam folder tertentu sambil menebak-nebak ....."Ini file yang dimana ya???".

Tapi sekarang sudah tidak seperti itu lagi karena kini sudah muncul sebuah aplikasi freeware berjudul TestDisk, buah tangan Christope GRENIER (grenier@cgsecurity.org). Software ini bukan saja mengembalikan data dari hardisk saja namun juga flashdisk dan memory card bisa kita ambil lagi datanya tanpa takut kehilangan posisi folder dan nama file yang kita cari.

Secara keseluruhan aplikasi ini dibuat dengan menggunakan sistem Linux, meski begitu Christope telah membuat aplikasi ini bisa berjalan pada DOS, Windows, dan juga MAC. Selain kemampuan untuk mengambil data yang terhapus TestDisk ini juga memiliki kemampuan lain diantaranya :
  • Fix partition table, recover deleted partition
  • Recover FAT32 boot sector from its backup
  • Rebuild FAT12/FAT16/FAT32 boot sector
  • Fix FAT tables
  • Rebuild NTFS boot sector
  • Recover NTFS boot sector from its backup
  • Fix MFT using MFT mirror
  • Locate ext2/ext3/ext4 Backup SuperBlock
  • Undelete files from FAT, exFAT, NTFS and ext2 filesystem
  • Copy files from deleted FAT, exFAT, NTFS and ext2/ext3/ext4 partitions.
Lalu file system yang bisa dia lihat mencakup
  • BeFS ( BeOS )
  • BSD disklabel ( FreeBSD/OpenBSD/NetBSD )
  • CramFS, Compressed File System
  • DOS/Windows FAT12, FAT16 and FAT32
  • Windows exFAT
  • HFS, HFS+ and HFSX, Hierarchical File System
  • JFS, IBM's Journaled File System
  • Linux btrfs
  • Linux ext2, ext3 and ext4
  • Linux LUKS encrypted partition
  • Linux RAID md 0.9/1.0/1.1/1.2
  • RAID 1: mirroring
  • RAID 4: striped array with parity device
  • RAID 5: striped array with distributed parity information
  • RAID 6: striped array with distributed dual redundancy information
  • Linux Swap (versions 1 and 2)
  • LVM and LVM2, Linux Logical Volume Manager
  • Mac partition map
  • Novell Storage Services NSS
  • NTFS ( Windows NT/2000/XP/2003/Vista/2008/7 )
  • ReiserFS 3.5, 3.6 and 4
  • Sun Solaris i386 disklabel
  • Unix File System UFS and UFS2 (Sun/BSD/...)
  • XFS, SGI's Journaled File System

Banyak sekali bukan. Baiklah sekarang tanpa panjang lebar lagi mari kita mulai melakukan trik yang paling utama.

Mengambil Data Yang Hilang.

Ini dia yang ditunggu-tunggu bukan, ok sekarang langkah-langkahnya sebagai berikut :
  1. Jalankan aplikasi TestDisk (testdisk_win.exe), kontrol aplikasi ini hanya menggunakan Arrow Key dan tombol keyboard lain.
  2. Begitu aplikasi jalan maka dia akan menampakan menu awal yang berisi pilihan Create, Append dan No Log. 
  3. Pilih opsi No Log, karena kita tidak ingin menambah penuh hardisk dengan data log yg tidak begitu penting. Kecuali jika kita memang ingin melakukan hardisk forensik.
  4. Setelah kita memilih No Log maka akan masuk ke pemilihan media yang ingin kita gunakan pencarian file yang hilang. Bagi yang sudah biasa dengan linux tentu sudah tidak asing lagi dengan tampilan menu seperti ini bukan, tapi bagi pengguna Windows tentu akan kebingungan.
  5. Jika melihat gambar di bawah maka /sda ini adalah hardisk internal, /sdb memory card dan /sdd adalah hardisk portable. Sebagai contoh pada hal ini adalah hardisk portable saya yang sedang dalam kondisi RAW namun telah di format ulang menjadi 3 partisi. 
  6. Pilih /sdd, pastikan pada posisi Proceed dan tekan Enter, maka akan muncul sebuah menu untuk memilih jenis partisi dari Hardisk tersebut. Karena hardisk portable saya menggunakan partisi Windows maka saya pilih opsi Intel, lalu tekan ENter
  7. Kemudian akan muncul sebuah menu pilihan terdiri dari Analyze, Advance, Geometry, Options, MBR Code, Delete dan Quit. Pilih opsi Analyze untuk melakukan pelacakan pada hardisk portable dan tekan Enter. 
  8. Karena hardisk portable ini sempet rusak lagi partisinya karena terjadi konflik, tapi tidak masalah karena yang kita inginkan hanya file yang hilang. Pastikan posisi berada pada QUick Search dan tekan Enter. 
  9. Ketika muncul pertanyaan "Should TestDisk search for partition created under Vista or later?" maka tekan tombol Y.
  10. TestDisk akan melakukan analisa pada hardisk portable dan lihatlah hasilnya. Binggo....partisi lama telah nampak. 
  11. Jika kita hanya ingin mengambil beberapa file saja maka tinggal pilih salah satu partisi yang hilang dan tekan P. Maka kita bisa melihat isi dari partisi tersebut seperti yang kita lihat. Namun jika kita ingin mengembalikan partisi seperti sediakala maka tinggal tekan Enter untuk continue dan dilanjut dengan opsi Write.
  12. Ok sekarang lanjut dengan bagaimana mengambil beberapa file yang hilang.
  13. Sebagai contoh saya membuka partisi lama saya yang berada  di partisi Kumpulan Data dengan menekan tombol P. Seperti yang terlihat pada gambar bawah saya akan memindahkan file ISO yang hilang ke dalam hardisk Internal. 
  14. Maka tinggal kita tekan tombol C untuk melakukan copy file tersebut lalu akan muncul sebuah pilihan untuk menyimpan file ISO nya. Seperti pada gambar berikut ini posisi hardisk internal sedang berada di D:\COmpressed\tesdisk-6.13.win\tesdisk-6.13, tentunya kita tidak ingin menyatukan file ISO tersebut dalam folder TestDisk bukan. Gerakan dengan Arrow Key ke kiri untuk keluar dari folder TestDisk.
  15. Jika melihat dari gambar maka hardisk internal terdisi dari partisi C, D dan E. Saya akan gunakan partisi D (pada bagian root) sebagai media pemindahan file ISO tadi. Tekan Enter. Pastikan Cursor berada pada posisi .. (titik dua) lalu kita tekan C sekali lagi maka file tersebut akan langsung di copy ke dalam root partisi D. 
  16. Tunggu saja beberapa saat hingga proses copy selesai. Jika sudah beres mari kita lihat pada partisi hardisk internal. Pada drive D sudah nampak file ISO yang baru saja kita pindahkan. 
  17. Selanjutnya kita tinggal melakukan copy semua file yang ingin kita panggil maka otomatis akan pindah dalam partisi hardisk internal D.
  18. 18. Jika kita hendak berpindah partisi atau folder maka lakukan terlebih dahulu Quit dengan menekan tombol Q hingga kembali ke posisi partisi hardisk yang tersorot dengan warna hijau seperti pada poin 10, dan tinggal lanjut langkah dari poin 11-17.


Nah cara yang sama di atas bisa dilakukan juga pada memory card dan sedikit catatan pastikan antivirus kalian dalam kondisi update karena kita tidak tahu apakah file yang hilang tersebut berisi virus atau tidak.


Sementara segitu dulu ya, semoga nanti akan dilanjut dengan trik-trik lain dalam penggunaan aplikasi TesDisk ini. Salut buat Christope yang telah menyediakan aplikasi terbaik pemanggil file yang hilang.

Untuk download aplikasinya silahkan kunjungi situs http://www.cgsecurity.org/wiki/TestDisk

Kamis, 30 Oktober 2014

TRIK FOTOGRAFI KUBISME

















Memiliki hobi fotografi memang menyenangkan karena kamu bisa mengabadikan banyak moment dengan banyak trik yang kamu kuasai. Sudah tahu kan bahwa terdapat banyak jenis fotografi yang tentunya sudah biasa kamu temui, sebut saja Journalism PhotographyPotrait Photograph, Wedding Photography, Food Photography, Underwater Photography, dan lainnya. Namun, pernahkah kamu mendengar tentang fotografi kubisme?
Kubisme lahir di abad ke-20 yang dipelopori oleh Picasso dan Braque. Di mana karya kubisme menampilkan objek berbentuk geometri seperti kubus sfera dan sebagainya. Picasso yang punya ribuan foto karya fotografer terkenal, ternyata menguasai teknik fotografi analog seperti layaknya seorang fotografer profesional.
Dilansir dari majalah digital fotografi Exposure edisi 56 Bulan Maret 2013, terdapat sebuah artikel berjudul “Beauteousness of Imprefectness”. Artikel dari Aji Wihardandi yang merupakan fotografer sekaligus senior editor di Mongabay Indonesia, yang menceritakan pengalamannya saat rasa bosan menghinggapinya. Yuk, kita simak dulu hasil karya fotografi kubisme milik Aji.
trik fotografi
Contoh foto kubisme oleh Aji Wihardandi

Bagaimana menurutmu? Tampak indah dan bagus bukan? Apalagi hasil karya Aji tersebut, ia dapatkan dari beberapa kali jepretan dengan kerumitan yang berbeda-beda. Potongan-potongan tersebut dihasilkan dengan pola pengambilan gambar bidang kecil dengan subjek yang terekam, di mana dalam satu detik akan berbeda dengan detik berikutnya. Dan justru inilah tantangannya. Nah, kamu juga ingin mencoba fotografi kubisme seperti di atas? Aji juga menuliskan beberapa tips dan trik fotografi kubisme yang bisa menjadi acuan.

1.     Tentukan Tempat
Seperti yang dikatakan sebelumnya, bahwa jenis fotografi yang satu ini sedikit lebih sulit karena kamu akan menyambungkan setiap potongan dari foto yang kamu miliki. Sebelum mencoba, kamu bisa memilih tempat keramaian atau bangunan berciri khas. Semakin ramai objekmu, maka akan semakin sulit dan menarik sehingga hasil yang didapat akan semakin tak terduga. Perlu kamu ketahui bahwa hasil dari fotografi kubisme ini memiliki distorsi yang unik, karena memiliki kelebaran yang tak biasa jika dibandingkan dengan foto dengan lensa ultra-wide atau fish-eye.

2.     Tripod Kokoh
Kamu membutuhkan tripod, yang nantinya akan membuat posisi kamera tetap. Tripod menjadi alat sentral saat produksi foto kubisme. Pastikan bahwa tripodmu tidak bergerak atau bergeser baik posisi ataupun ketinggiannya. Sekali saja kamu menggeser atau mengatur ulang ketinggian maka foto di awal yang sudah kamu ambil akan sulit digabungkan nantinya.

3.    Focal Lenght Tetap
Sebaiknya gunakan lensa fix agar focal length tidak bergeser, bahkan kamu benar-benar harus hati-hati saat menggunakan lensa zoom saat pengambilan gambar. Focal length yang tak berubah akan memberikan rasio yang sama antar gambar satu dengan gambar lainnya. Tak hanya itu, focal length memberikan luas cakupan setiap gambar yang kamu ambil. Semakin lebar lensa, semakin sedikit foto yang dibutuhkan untuk membuat foto kubisme, begitu juga sebaliknya. Makanya jika sejak awal kamu menggunakan focal length 70mm, maka seluruh foto harus menggunakan seperti itu.

4.     Tak Ada Batas Foto
Melihat foto diatas, mungkin kamu bingung berapa banyak jepretan yang harus diambil. Sebenarnya tak ada batasan foto saat membuat karya seperti di atas. Untuk membuat foto kubisme tak bisa dipastikan berapa jumlah yang diambil, tetapi harus ada konsep yang sudah disusun sebelumnya. Mungkin kamu hanya membutuhkan 5-10 jepretan untuk menggabungkan sebuah ruang kecil. Namun, kamu juga bisa menjepret hingga 1.500 foto untuk sebuah frame utuh.

Semua yang disebutkan di atas merupakan poin penting saat kamu mencoba foto kubisme. Bagaimana menurutmu? Kamu tertantang untuk mencoba fotografi kubisme? Jika ya, segera tentukan konsep yang akan kamu buat.  Nah, mungkin proses akhir saat menyatukan beberapa foto memerlukan kejelian. Disusun secara manual akan menjadi sensasi kesenangan sendiri, karena fotografi kubisme ini layaknya permainan puzzle yang biasa kamu mainkan saat masih kecil. Selamat mencoba!

Kamu mau belajar fotografi lebih dalam? IDS | International Design School menyediakan Kursus Fotografi dan kamu juga bisa mendalami skill fotografi kamu dengan mendapatkan gelar Bachelor di universitas terbaik di Australia melalui program International Pathway di IDS.

Efek Slow speed: Membuat garis-garis cahaya

Malam hari sangat identik dengan cahaya. Apalagi dengan cahaya yang berwarna-warni pasti menarik untuk diabadikan. Nah, akan lebih menarik lagi jika kita bisa membidik suatu objek di malam hari dengan semacam garis-garis cahaya. Garis-garis cahaya tersebut tentunya dapat membuat daya tarik sang foto. Efek yang kita gunakan untuk dapat membuat garis-garis cahaya tersebut adalah efek slow speed.



Pada dasrnya efek slow speed yaitu apabila foto diambil dengan shutte speed yang rendah, sehingga muncul efek blur terhadap objek yang bergerak. Berikut ini saya akan memberikan sedikit tips / trik untuk membuat foto menakjubkan dengan teknik slow shutter speed. Anda yang memiliki kamera dengan shutter speed manual pastinya bisa melakukan tehnik ini.

1. Gunakanlah Tripod
Untuk menggunakan efek ini, kita diwajibkan untuk memakai tripod. Kenapa? ya.. agar hasil tangkapan kamera tidak blur akibat geraknya kamera. So, kita wajib menggunakan tripod untuk menghindari goyangan yang akan merusak hasil foto.


2. Gunakanlah fitur self timer

Pada dasarnya sama seperti tips nomor 1 diatas. Karena saat kita menekan tombol untuk "men-jepret" pasti ada goyangan. nah untuk mengakalinya, gunakanlah self timer agar pada sat kamera mulai "men-jepret" sudah tidak ada goyangan yang terjadi


3.Atur durasi shutter
Kita harus pandai-pandai dalam mengatur durasi shutter. Misalnya jika anda ingin memotret objek manusia, jangan menggunakan durasi yang lama. contoh: 15" (15 detik) maka kemungkinn blur lebih besar, apalagi kalau objek susah untuk berpose diam. jadi gunakanlah shutter time yang lebih cepat.

4.Atur pencahayaan
Karena saat kita bermain dengan slow speed, durasi shutter akan lebih lama dari efek lain dan otomatis cahaya yang masuk akan lebih banyak . Untuk mengatasi foto yang kekurangan cahaya, set aperture ke nilai yang lebih besar, misalkan f/10 serta ISO ke nilai yng lebih tinggi untuk membantu pencahayaan.

Selamat mencoba :) 

Selasa, 28 Oktober 2014

Memahami Teknik Dasar Pencahayaan atau Lighting dalam Fotografi

Kami mengajak Anda untuk memahami teknik dasar pencahayaan atau lighting dalam fotografi. Seperti yang sudah sering kami sampaikan bahwa fotografi itu adalah teknik bermain cahaya, lebih bagus cahaya maka potensi foto bagus akan semakin besar. Maka dari itu cahaya adalah salah satu pertimbangan paling penting bagi seorang fotografer.
Fotografer yang sudah berpengalaman selalu akan mempertimbangkan arah cahaya baik cahaya alami maupun cahaya buatan. Kualitas cahaya itu sendiri sangat beragam dari ketika matahari terbit di pagi hari sampai terbenam di sore hari. Keseimbangan antara highlight dan shadow merupakan salah satu efek yang timbul dari mempertimbahkan arah pencahayaan.
Seperti yang telah disebutkan, terdapat dua cara pencahayaan pada fotografi, Available lighting dan Artificial lighting.
  1. Available lighting (ambient) : Definisi Available lighting adalah pemotretan dengan memanfaatkan cahaya yang tersedia, baik natural light maupun room light.
  2. Artificial lighting : Definisi Artificial lighting adalah pemotretan dengan menggunakan sumber cahaya yang sengaja ditambahkan seperti penggunaan flash, strobist, studio light, dan alat-alat pendukung lainnya.

Dasar Pencahayaan atau Lighting Fotografi

Pada artikel fotografi tentang teknik dasar pencahayaan/lighting fotografi kali ini akan kami berikan contoh dasar lighting fotografi yang sangat simpel. Ada 5 dasar model arah/posisi pencahayaan dalam fotografi baik alami (sinar matahari) maupun dari sumber cahaya buatan (flash), front light, oval light, side light, rim light dan back light.
Teknik Dasar Pencahayaan atau Lighting Fotografi

  1. Oval Light : posisi lightinng berada di 3/4 object, maka yang terjadi adalah sedikit bagian bayangaan pada bagian belakang objek
  2. Side Light : posisi lighting tepat di samping objek, maka yang terjadi adalah bayangan pada setengah objek pada sisi yang lain objek yang difoto.
  3. Rim Light : posisi berada di bagian belakang dengan sudut 1/4 object, maka yang terjadi adalah bagian depan gelap sehingga akan terjadi garis pada objeck.
  4. Back Light : posisi lighting berada tepat di belakang objek, sehingga bagian depan sepenuhnya gelap namun di sisi belakang tercipta garis yang sangat jelas.
  5. Front Light : posisi lighting berada tepat di depan objek, sehingga bagian depan akan mendapatkan cahaya yang penuh.
Menikmati setiap hasil jepretan pada subyek dengan berbagai karakter cahaya adalah cara terbaik untuk mempelajari cahaya mana yang tepat bagi subyek foto kita. Satu hal yang patut diingat adalah cahaya bagus tidaklah konstan, terkadang kita harus menunggu momen yang pas untuk menghasilkan foto yang sempurna, atau kita bisa saja kembali ketempat yang sama untuk memotret sebuah subyek, dikarenakan cahaya kurang bagus ketika pertama kali memotret di tempat tersebut.
Salah satu teknik dasar pencahayaan fotografi ketika berhadapan dengan cahaya matahari yang kuat di siang hari serta bayangan jelek adalah dengan mencari naungan bagi subyek foto kita. Arah cahaya akan membuat subyek foto kita menjadi terlihat lebih memiliki dimensi.
Ok semoga tulisan tentang dasar lighting fotografi ini bisa dipahami, pada artikel selanjutnya akan kami bahas tentang aksesoris lighting fotografi dan fungsinya. Selamat hunting foto !

Memahami Definisi Konsep Rule Of Third Fotografi

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, teknik dasar fotografi penting untuk dipahami. Kali ini kami mencoba mengulas tentang definisi komposisi Rule Of Third dalam Fotografi. Inti dari Rule of Thirds adalah garis bantu untuk membagai frame foto menjadi sembilan bagian yang sama besar, dengan menarik dua garis sejajar pada horizon dan dua garis sejajar pada vertikal.
Contoh Rule of Third Landscape
Garis-garis ini adalah garis bantu yang akan memposisikan objek atau garis horizon hingga gambar yang dihasilkan menjadi lebih proporsional dan lebih menarik. Karena komposisi foto adalah salah satu komponen penting selain exposure triangle atau segitiga exposure untuk menyampaikan karya foto. Komposisi juga merupakan bagian “Seni” dari fotografi. Selayaknya seni yang lain maka bagian ini memang ada pakem / aturannya, tapi pada akhirnya komposisi dinilai dari indah / menarik atau tidaknya suatu foto.
Contoh Rule of Third manusia
Perlu di ingat Rule of Thirds bukanlah aturan baku ataupun utama didalam dunia fotografi, tapi ini hanyalah sekedar panduan untuk mendapatkan foto yang ‘lebih pas’ komposisinya didalam frame foto. Bagaimana kita meletakkan sebuah obyek utama didalam frame foto yang kita ambil.

Memang seharusnya dalam memotret kita tidak harus terpaku pada suatu teori atau aturan. Bahkan ada yang bilang, aturan terkadang perlu untuk dilanggar. Namun jika teori atau aturan itu dapat membuat foto menjadi lebih menarik, kenapa tidak kita terapkan.
Contoh Rule of Third Model
Konsep Rule of Third sudah sejak lama diterapkan, bahkan melukis yang terlebih dahulu ada sebelum fotografi juga menerapkan konsep ini. Pada intinya tujuan Rule of Third adalah menempatkan point of interest di persinggungan garis vertikal & horizontal tersebut.
Di kamera digital terbaru saat ini sudah menanamkan fitur grid line untuk memudahkan penggunaan konsep Rule of Third saat memotret. Salah satu contoh dari penggunaan rule of third adalah meletakkan horizon pada pemotretan landscape. Jika kita menempatkan horizon di tengah foto, foto akan cenderung kurang menarik.
Komposisi Rule of Third Manusia
Dengan konsep komposisi Rule of third mengajarkan kita untuk meletakkan horizon di garis horisontal (pembagi foto menjadi 3 bagian) atas atau bawah. Pemilihan garis atas atau bawah umumnya ditentukan mana yang lebih menarik, langit atau daratannya. Misalkan ada awan dan reflesi awan yang sama-sama menarik, saatnya Anda untuk mencoba menentang aturan. Coba Anda tepatkan horizon di tengah, maka hasil foto tidak kalah menariknya.

Rabu, 22 Oktober 2014

Pendatang baru Canon EOS 1200D


Canon EOS 1200D, Kamera DSLR Kelas Pemula Terbaru


Canon EOS 1200D
Canon EOS 1200D adalah kamera terbaru dari jajaran DSLR EOS milik Canon. Kamera ini memiliki dua daya tarik utama: pertama, harganya relatif bersahabat bagi fotografer dengan budget terbatas, kedua kamera ini dilengkapi dengan tutorial yang muncul di layar LCD belakang yang akan membantu para pemula. Selain fitur panduan yang muncul di layar kamera, EOS 1200D ini juga dilengkapi app untuk Android dan IOS dengan nama yang sama (EOS 1200D App) yang akan menjelaskan fungsi dan tutorial bagi pengguna (belum diketahui apakah ada versi bahasa Indonesianya).

Spesifikasi Canon EOS 1200D

Canon EOS 1200D dilengkapi sensor APSC dengan resolusi 18 megapiksel, 9 titik autofokus, mampu merekam video Full HD 1080p. Berikut ini spesifikasi EOS 1200D:
  • Resolusi maksimum: 5184 x 3456
  • Piksel Efektif: 18 megapiksel
  • Ukuran sensor: APSC (22.3 x 14.9 mm)
  • Jenis sensor: CMOS
  • Prosesor: Digic 4
  • ISO: Auto, 100, 200, 400, 800, 1600, 3200, 6400
  • Format file: Jpeg, Raw (CR2)
  • Autofokus: contrast detect, phase detect, multi area, selective, continuous, face detect, live view
  • Jumlah titik AF: 9
  • Mount lensa: Canon EF/EF-S
  • LCD: Fixed (non tilting/swivel)
  • Ukuran LCD: 3 inchi
  • Resolusi LCD: 460000 dot
  • Shutter speed max: 1/4000, min: 30 detik
  • Buitl in flash: ya
  • Flash sync speed: 1/200det
  • Resolusi video: 1920 x 1080 (30 fps/25 fps)
  • Format video: H.264
  • Mikrofon: mono
  • Speaker: mono
  • Bobot (dengan baterai): 480 gram
  • Dimensi: 130 x 100 x 78 mm
Spesifikasi lebih lengkap bisa anda lihat di website Canon.

Harga dan Ketersediaan

Canon EOS 1200D akan mulai tersedia di pertengahan Maret 2014 dan dijual di kisaran harga US$ 540 (dengan lensa kit 18-55mm f3.5-5.6).

Download App EOS 1200D untuk smartphone

App canon eos 1200d
Anda bisa mendowload app pelengkap EOS 1200D untuk Android atau untuk IOS.

20 Trik Agar Foto Lebih Tajam



Tips foto tajam
Belfot ingin membagi 20 trik agar hasil foto anda lebih tajam. Ikuti dibawah ini:

1. Gunakan Tripod.

Kalau saat memotret kamera kita bergoyang dan bergerak, pasti susah menghasilkan foto tajam. Jadi beli dan pakailah tripod. Pastikan anda membeli tripod yang stabil dan kokoh. Sebelum membeli, cek artikel belfot mengenai tripod seperti ini. Selain agar foto selalu tajam, ada 12 alasan kenapa tripod sebaiknya dibeli lho.

2. Jangan Lupa Kepala Tripod.

Tripod sudah, eits.. jangan lupa kepala tripod alias head. Kepala tripod hampir sama pentingnya dengan tripod itu sendiri. Pastikan anda tahu apa saja pertimbangan saat memilih tripod head.

3. Cara Memegang Kamera?

Saat tidak menggunakan tripod, pelajari cara memegang kamera yang baik dan benar supaya kamera lebih stabil dan tidak gampang bergoyang.

4. Gunakan Kabel Rilis.

Cable release bisa membuat kita tak perlu menekan tombol shutter dengan tangan kita, jadi mengurangi kemungkinan kamera bergoyang. Cable releasebisa berbentuk kabel yang secara fisik menempel ke kamera maupun yang sudah lenih canggih menggunakan remote nirkabel.

5. Manfaatkan Timer Kamera.

Tidak punya tripod? Lupa belum membeli kabel rilis? Hmmm, gunakan saja timer bawaan kamera. Coba-coba cari cara mengaktikan fitur self timer ini, setiap kamera pasti dibekali fitur ini.

6. Mirror Lock Up

Kalau anda menggunakan kamera DSLR, kamera ini dibekali cermin (mirror)yang berguna untuk menampilkan gambar di viewfinder. Hampir semua kamera DSLR dilengkapi fitur yang bisa mengunci cermin agar tidak bergoyang saat kamera mengambil exposure, fitur ini biasanya dinamaimirror lock up. Aktifkan fitur ini karena goyangan cermin bisa berefek pada ketajaman (meski tidak selalu). Kalau anda pakai kamera mirrorless?.. wong mirror-less berarti nggak ada cerminnya lho.

7. Aktifkan Stabilizer Lensa atau Kamera

Image stabilizationvibration reduction, apapun namanya bisa dimanfaatkan untuk menambah ketajaman foto. Fitur ini ada yang tersedia di lensa atau menempel di kamera. Perhatikan bahwa ada IS/VR yang perlu disesuaikan saat anda memakai tripod.

8. Beli Lensa Terbaik (yang anda mampu)

Kalau mau suara yang mantab, belilah sound system terbaik. Kalau mau motor yang ngacir, belilah motor yang terbaik. Kalau mau foto yang tajam? belilah lensa terbaik. Lensa terbaik yang lumayan enteng buat kantong? lensa 50mm.

9. Gunakan depth of field yang cukup

Kalau semuanya sudah anda coba namun foto masih belum tajam, siapa tahu anda menggunakan depth of field yang terlalu sempit. Manfaatkan tombol DOF Preview di kamera untuk memeriksa. Anda juga bisa memanfaatkan DOF calculator yang banyak tersedia di internet seperti ini.

10. Letakkan Fokus Ditempat Yang Benar

Saat memotret portrait, mata harus tajam. Saat memotret landscape, pastikan foreground tajam. Apapun obyek foto anda, ketahui titik kritis yang harus terlihat tajam dan taruh titik fokus kamera disana.

11. Gunakan Shutter Speed Yang Memadai

Kenapa harus memadai? karena didunia ini tidak ada yang ideal. Maunya sih selalu memotret di shutter speed 1/2000 detik. Sayangnya tidak mungkin. Namun paling tidak gunakan shutter speed tercepat yang mungkin untuk kondisi pemotretan yang anda hadapi.

12. Memotretlah Dalam Pencahayaan Yang Bagus

Saat memotret dalam kondisi pencahayaan yang cukup dan bagus, autofokus akan mampu mengunci fokus dengan lebih cepat. Dan obyek dalam foto pun akan TAMPAK lebih tajam dibandingkan saat dipotret di remang-remang. BUkan berarti tidak bisa menghasilkan foto tajam dalam kondisi kurang cahaya, hanya lebih sulit.

13. Manfaatkan Live View Kamera

Hampir semua kamera sekarang memberi fitur live view. DAlam banyak situasi, fitur ini sangat berguna untuk lebih akurat menempatkan titik fokus. Saat anda memotret makro sebuah bunga misalnya, dengan menggunakan live view kita bisa tahu

14.Bersihkan dan rawat lensa

Kalau anda memiliki lensa yang mulai berumur tua, cobalah sesekali bawa ke tempat servis untuk dikalibrasi dengan body kamera anda. Kebersihan lensa terutama bagian optiknya juga membantu kecepatan autofokus. Selalu rawat barang berharga ini.

15. Pelajari trik memotret benda bergerak

Saat memotret benda yang bergerak menjauh atau mendekat, ada banyak setting yang perlu dipertimbangkan, terutama shutter speed yang cukup dan juga cara mengunci fokusnya: pelajari beberapa mode autofokus danmekanismenya supaya anda bisa mengantisipasi dengan baik.

16. Gunakan Lensa Di Sweet Spotnya

Setiap lensa memiliki area dimana dia bisa menghasilkan foto yang paling tajam, orang sono menamainya sweet spot. Anda bisa melakukan tes yang rumit untuk mengetahui dengan pasti dimana sweet spot lensa. Namun aturan gampang adalah, rata-rata lensa memiliki sweet spot di aperture 2 x aperture maksimalnya. Sebagai contoh kalau anda memiliki lensa dengan aperture maksimal f/2.8, maka besar kemungkinan sweet spot lensa ini di f/5.6 sampai f/8.

17. Saat shutter speed tidak mencukupi , dorong ISO-nya

Lima tahun yang lalu, menggunakan ISO 1000 di kamera kelas Rp. 20 Juta-an bisa menghasilkan noise digital yang cukup mengganggu di hasil foto. Tidak saat ini. Sekarang kamera dibawah Rp. 10 Juta pun oke dibawa ke ISO 1000. Jadi jangan takut memotret dengan ISO tinggi saat situasi membutuhkannya. Gunakan fitur auto ISO di kamera.

18. Diopter Adjustment

Hal ini cukup sepele namun banyak yang tidak tahu atau kadang memang lupa. Di kamera kita tersedia tombol diopter adjustment untuk membantu menyesuaikan ketajaman viewfinder, spesifik dengan kondisi mata si pemilik kamera. Gunakan jika anda merasa viewfinder tampak kurang fokus. Dengan viewfinder tampak tajam dan jelas, ini bisa membantu kita mengamati titik fokus dengan lebih akurat.

19. Mata, mata dan mata

Saat memotret orang, pastikan matanya menjadi titik fokus. Kalau anda memotret dengan depth of field yang sangat sempit (f/1.8 misalnya), jadikan mata yang paling dekat kamera sebagai titik fokus.

20. Manfaatkan Sharpening

Kita semua bergumul dengan software fotografi, ada yang sering ada yang sesekali. Entah dengan photoshop atau dengan alternatifnya, semuanya menyediakan cara untuk mempertajam hasil akhir foto alias sharpening. Saat konversi RAW, gunakan sharpening yang sangat minimal, lalu gunakan sharpening lagi di langkah terakhir.
Nah selamat mencoba.
Kredit foto: Herring Gull karya Levels Nature